Murobbi Hebat Membentuk Manusia Hebat

· Islam

Masih ingat dengan Muhammad Al Fatih?

Pemuda luar biasa yang berhasil menaklukan Konstantinopel pada tanggal 29 Mei 1453.

Lalu, tahukah kawan, siapakah Murobbi dari Sang Penakluk itu?

Yang pasti tak kalah luar biasanya dengan Al Fatih.

Dialah Syaikh Aaq Syamsuddin, atau bernama lengkap Muhammad bin Hamzah Al-Dimasyqi Ar-Rumi, seorang ulama yang sangat faqih pada zamannya, nasabnya bersambung kepada Khalifah Abu Bakar dan berhasil menghafalkan Al-Quran ketika usianya baru mencapai 7 tahun. Beliau adalah seorang polymath (menguasai berbagai disiplin ilmu). Beliau adalah seorang ahli ilmu bahasa, sejarah, fisika, matematika, pengobatan herbal, astronomi, dan seni terapan senjata. Tak heran, seorang Syaikh Syamsuddin dapat mencetak seorang Al Fatih yang pada akhirnya mampu menjadi Penakluk Konstantinopel pada usianya yang baru menginjak 21 tahun.

Seperti layaknya seorang guru dan murid, Syaikh Syamsuddin sangat dekat hubungannya dengan Al Fatih. Bahkan dia adalah ulama yang paling berpengaruh dalam membentuk cara berfikir dan cara bertindak Sultan Al Fatih. Dia pula mengajarkan Al-Quran, As Sunnah, fiqh dan pemikiran-pemikiran Islam, sehingga terbentuklah seorang Muhammad Al Fatih yang berwawasan luas dan cerdas.

Bersama Ahmad Al-Kiruni, dia mendidik Al Fatih dan senantiasa menanamkan keyakinan kepada Al Fatih bahwa dialah pemimpin yang dimaksud oleh Rasulullah dalam hadits, sebagai pemimpin terbaik yang berhasil menaklukan Konstantinopel. Hal ini membawakan motivasi dan inspirasi besar bagi Al Fatih untuk mempersiapkan diri menjadi seorang penakluk.

Pada saat penaklukan Konstantinopel berlangsung, ujian datang bertubi-tubi, membuat Sulthan Al Fatih berpikir keras. Dan apakah yang dikatakan Syaikh Syamsuddin saat itu? “Pasti Allah akan memberikan kemenangan.” Dalam suratnya yang penuh dengan hikmah,
Allah-lah Dzat Yang Maha Pemberi Kemuliaan da Pemberi Kemenangan. Sesungguhnya peristiwa lolosnya kapal itu telah menimbulkan rasa ngeri dan ketakutan di dalam hati dan menimbulkan rasa gembira dan bangga di kalangan orang-orang kafir. Sesungguhnya masalah yang pasti adalah; bahwasanya seorang hamba itu sekadar merancang, sedangkan yang menentukan adalah Allah. Kita berserah diri dan kita telah membaca Al-Quran. Itu semua tidak lebih dari rasa kantuk di dalam tidur setelah ini. Sesungguhnya telah terjadi kelembutan kekuasaan Allah dan muncullah kabar-kabar gembira tentang kemenangan itu, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Surat ini yang kemudian menjadikan Sulthan kembali bersemangat dan kata-kata “sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya” memberikannya inspirasi untuk membuat inovasi-inovasi dalam merancang strategi perang. Salah satunya adalah membawa 72 kapal pasukan melintasi daratan Galata yang berisi bukit-bukti untuk menghindari rantai yang terbentang di teluk Tanduk Emas.

Subhanallah. Begitulah seorang murobbi yang luar biasa. Mampu melahirkan generasi yang luar biasa pula. Membentuk dan menginspirasi mad’u nya untuk menjadi orang yang mencetak sejarah peradaban.

Semoga kita menjadi seperti mereka..

(Referensi: MAF1453)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: