Ada yang Menarik Lho dari Sepeda..

· Inspirasi dari Alam

Sepeda, siapa yang tidak mengetahui apa itu sepeda? Bukan barang yang asing lagi bagi kita. Ya, sepeda. Namun, adakah di antara kita yang memperhatikan dan mengambil pelajaran dari sebuah sepeda? Hmm.. “sepeda ya buat dinaiki.. ngapain pake mikirin segala.??”. Aha! Kawan, sungguh sayang saat kita diberikan akal untuk berpikir tetapi kita tidak mau menggunakannya dengan baik. Sungguh, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari apa-apa yang ada di sekitar kita. Termasuk sepeda.

Filosofi sepeda, aku dapatkan dari seorang saudaraku. Dia memegang prinsip ini. Katanya, “Ada hal yang menarik dari sebuah sepeda.”

Fren, sudah pernah menghitung berapa komponen yang ada dalam sepeda? Mulai dari roda, jeruji, jok, kayuhan, dll. Pernahkah kalian memikirkan koordinasi ke semua komponen itu dalam satu waktu? Widih.. pada saat kita sekali mengayuh, rantai pun ikut berputar, menarik roda yang ada di belakang, kemudian menggerakkan yang didepan, dan bla bla bla.. Dan apa yang terjadi saat rantai keluar dari jalurnya? Atau tiba2 bannya kempes? Bayangkan, satu saja komponen yang rusak maka kinerja keseluruhan akan menjadi terganggu. Nah, kalau kita refleksikan dalam kehidupan, sebenarnya kita seperti satu sepeda lho. Satu rusak maka semua akan terganggu.Bayangkan kalau tiba-tiba tanganmu patah. Ekstrim banget ya,Yang tadinya mau berangkat  ke sekolah, kampus atau kerjaan, jadi malah berangkat ke rumah sakit. Diperbaiki dulu tuh tangannya, agar bisa berfungsi normal. Sama seperti sepeda yang harus dibawa ke bengkel jika ada yang rusak. Itu baru tangan, coba kalau kepalamu yang patah? Halah, ini mah langsung meninggal.. 🙂 Nah, kehidupan itu seperti sepeda. Masing-masing punya tugasnya. Namun, tugas itu tidak akan berarti selama kita kerja untuk diri sendiri.  Butuh kerjasama satu sama lain. Saling membantu dan bersinergi. Hingga terciptalah sebuah sepeda yang bisa diajak jalan kemana-mana.

Kalau kita mau mengambil pelajaran dari salah satu komponen sepeda, coba ambil roda. Roda sepeda itu selalu berputar. Kadang di atas kadang di bawah. “Nah, ini mah klasik”. Ya, memang klasik. Tapi apakah semua orang sudah mampu memaknainya?  Bahwa hidup itu memang dipergilirkan. Masih ada yang terlena dengan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan. Padahal, fren, kenikmatan itu titipan yang suatu saat akan diambil lagi. Kalau kita tidak mempersiapkan diri untuk kehilangan, maka jadilah kita banyak mengeluh, ga  rela, kesal, bahkan memaki-maki keadaan. Padahal kan kita sudah mengetahui bahwa hidup itu memang berputar, kadang di atas kadang di bawah. Hmm.. harus belajar lagi nih dari roda sepeda.

Oia, pernah berpikir kenapa kita bisa seimbang pada saat naik sepeda? Padahal rodanya hanya dua. Yup, karena kita bergerak. Coba deh kalau tiba-tiba kita rem. Pasti keseimbangan itu akan terganggu dan bisa membuat kita jatuh. Nah, begitulah hidup. Kalau mau seimbang dan tetap berjalan baik, maka kita harus BERGERAK! Sepeda itu bukan untuk dipajang di garasi rumah. Tapi sepeda dibuat untuk menjelajahi sana sini. So, bergeraklah! Sesungguhnya dunia ini sangat luas dan banyak yang bisa kita ambil..!

Wah, sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kita pelajari dari sepeda. Ini baru sepeda, fren. Bagaimana dengan yang lain? So, apakah kamu mau memikirkannya?

Semoga kita menjadi orang-orang yang mampu mengambil pelajaran..

10.02 WIB

di Kamar Peradaban

(sambil mendengarkan Our Happy Day)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: