Berhenti Sejenak!

· Goresan Kehidupan

Perjalanan itu bermula dari sini. Kali ini aku beserta rekan-rekan YOUTHCARE berkesempatan untuk mengisi training di sebuah pesantren Sukabumi, namanya Husnayain. Cukup jauh perjalanan yang kami tempuh. Satu jam perjalanan untuk masuk ke daerahnya dari jalan raya. Untungnya, kami naik mobil salah satu dari ustadzah yang mengajar di pesantren itu.

Di depan Pesantren Husnayain

Kami mendapat jadwal mengisi pukul 1 siang. Itu artinya masih ada waktu dari pagi hingga zuhur untuk berjalan-jalan menyusuri kebun teh yang menghampar luas di daerah itu. Tak sabar, langsung saja kami berempat bersama Ustadz Reza melakukan ekspedisi menuju sebuah curug yang berada di bawah kebun teh. Tak jauh, kami langsung masuk ke kebun teh itu. Subhanallah. Sebuah lukisan alam yang luar biasa. Hijau menghampar luas. Biru terbentang meninggi. Putih menggores langit.

Itulah keindahan di puncak. Tetap saja menawan hati. Rasa syukur tak henti kami ucapkan atas kesempatan untuk menikmati keindahan ciptaanNya. Dan seperti biasa, tak mau kehilangan momen indah, kami mengabadikannya dalam sebuah kamera.

Pejuang Tangguh, Tim Ekspedisi Sukabumi#1

Perjalanan kami ternyata masih panjang. Ah, keindahan kebun teh itu cukup menyita perhatian. Berkali-kali momen diabadikan. Tentunya dengan bendera YOUTHCARE yang selalu dibentangkan. Di perjalanan, ada sekumpulan pekerja kebun. Bahu membahu memotong dedaunan teh yang siap dipanen. Sekarang mulai canggih, tak lagi mereka memetik satu per satu dengan tangan. Mesin pemotong siap diberdayakan untuk meringankan kerja mereka. Hmm.. aku berpikir, “Berapakah upah mereka? Sebandingkah dengan keringat yang mereka keluarkan?” Semoga Allah membalas keikhlasannya dalam bekerja dan memberkahi mereka.

Jalan berliku, tetap saja kami menikmati perjalanan itu. Di Jakarta, mana ada pemandangan seperti ini? Maka, nikmatilah apa yang ada di hadapan. Bahkan, jalan berlumpur tidaklah menjadi masalah bagi kami. Jalan setapak dengan samping jurang pun tetap kami nikmati. Hingga akhirnya kami mendengar suara air terjun itu. Wah, berarti sedikit lagi akan sampai. Penuh semangat. Sesampainya di sungai, kami semakin bersemangat. Batu besar dan arus deras tak jadi persoalan. Hingga akhirnya Allah memberikan kami kesempatan untuk merasakan indahnya curug di Sukabumi.

Tim Ekspedisi tiba di Curug

Sebenarnya, ada satu hal yang paling berkesan dalam perjalanan ini. Goresan-goresan di atas hanyalah pendahuluan untuk tulisan inti di bawah ini. “Ijlis binaa nu’min sa’ah”. Seperti yang dikatakan oleh seorang sahabat Rasul. Benar-benar, kami terpana oleh keindahan alam itu. Allahu Akbar! Betapa besar kekuasaan Allah yang menciptakan air lembut yang mengalir, menembus batuan keras. Terjun dari ketinggian hingga menghasilkan harmoni suara alam yang merdu. Dihiasi lumut hijau, tetap saja alam itu indah dipandang.

Ijlis binaa nu’min sa’ah. Sebuah tema dari training komitmen pekan lalu yang sangat mengena di hati. Kita duduk sejenak untuk membina keimanan. Menenangkan diri, merasakan tamparan air terjun, mendengarkan melodi alam, mulai bermuhasabah, kembali cek kompas, dan mencari inspirasi. Inilah praktek dari training pekan lalu. Ijlis binaa nu’min sa’ah. Berhenti sejenak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: