Ingatkan saja..

· Goresan Kehidupan, Tulisanku

Ada hal yang menarik dalam diskusi malam ini. Diskusi panjang yang dimulai sejak tadi sore di kantor berlanjut hingga malam. Sebenarnya banyak hal yang didiskusikan, namun dari sekian banyak, ada satu yang ingin ku bagikan malam ini.

Di awali dengan perbincangan mengenai seorang ukhti fulanah. Terkait dengan kesibukannya saat ini.

aku: “Oia kak, mba fulanah mau nikah tahun ini.. katanya sedang proses.”

kakak: “Oh, bagus,, memang sudah usianya.. ”

aku: “lalu, bagaimana kinerjanya di amanah nanti? dia akan meninggalkan kita kak..  karena saat nisa diskusi dengan dia, sepertinya setelah menikah dia akan ikut suaminya.. ”

kakak: “memang seperti itu nisa.. seorang akhwat harus ikut suaminya, disanalah surganya..”

aku: “tapi kak.. ” belum selesai aku berbicara langsung dipotong oleh kakak..

kakak: “Nisa, yang terpenting adalah idealismenya. Coba nisa baca bagaimana kisah bunda Yoyoh Yusroh. Atau baca perjuangan ummahat IM yang sampai pernah berkata, ‘jika Anda melarang saya untuk tarbiyah, maka silakan ceraikan saya sekarang juga’. Nah, kalau kita sudah punya idealisme yang kuat, maka nikah itu bukan menjadi masalah. Katakan saja pada suaminya, ‘Ini jalan saya, silakan diingatkan saat saya salah, tetapi jangan pernah melarang saya selama saya benar’. ”

Sejenak merenung. Kakak adalah orang ke sekian yang meng-iyakan bahwa seorang wanita yang telah menikah pun berhak mempertahankan visi-nya. Walau suami adalah seorang pemimpin di rumah tangga, tetapi seorang istri tetap berhak penuh menentukan jalannya selama ia benar.

Ya, memang saat ta’aruf nanti kita harus menyampaikan visi yang kita punya, agar pernikahan tidak menjadi benturan dalam mewujudkan visi, justru menjadi penguat untuk terealisasikannya visi tersebut.

Akan ku ingat kata-kata itu:

“Ini jalan saya, silakan diingatkan saat saya salah, tetapi jangan pernah melarang saya selama saya benar”

Ya, kata-kata itu akan akan aku pegang.. Apapun tantangannya, visi harus tetap terealisasi.

Karena aku hidup bersama visi ku, hingga ia terealisasi atau aku mati dalam memperjuangkannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: