Spirit to Respon..

· Tulisanku

Sebuah pelatihan yang dimulai pagi hari ditemani birunya langit Pasar Minggu. Jam 05.00 pagi kita sudah berkumpul di Sekretariat YOUTHCARE. Kita semua lomba lari. Hingga ditetapkanlah siapa yang paling cepat dan paling lambat larinya. Mereka berdua diminta untuk bertanding lari. Jelas, yang paling cepat pasti yang menang. Tapi di sini, orang yang tadi larinya paling cepat diminta untuk menggendong salah seorang peserta pelatihan dan juga membawa pot tanaman yang cukup besar. Dan akhirnya dia pun kalah dengan orang yang tadi larinya paling lambat.

Seperti orang berlari, ternyata beban membuat langkah seseorang semakin lambat. Bahkan orang yang larinya paling cepat sekalipun dapat terkalahkan dengan orang yang larinya paling lambat. Itu karena yang paling cepat menanggung beban yang berat.

Apakah beban dalam hidup?

Sebenarnya beban hanya ada di pikiran. Apakah kita mau menganggap suatu hal sebagai beban atau tidak, itu adalah pilihan. Saat kita enjoy dan penuh semangat, sebesar apapun tantangannya, itu tak akan mempengaruhi kecepatan langkah kita.

Beban dan semangat, adalah dua hal yang mempengaruhi kecepatan kita bergerak. Semangat untuk merespon lingkungan, semangat untuk beramal sholeh dan berkontribusi kepada banyak orang..

Tetapi, jelas Allah subhanahu wa ta’alaa telah memerintahkan kita,

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat.” (Q.S At-Taubah: 41)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: