The POWER of FOCUS

· Tulisanku

The POWER of FOCUS, sebuah kekuatan yang bisa mempertahankan dasar pondasi kehidupan kita, yakni VISI, MIMPI dan TUJUAN. Di awali dengan membuat impian. Membuat 3 poin dasar dari pondasi kehidupan. Untuk apa sih saya hidup? mau dibawa kemana kehidupan saya? Adakah manfaat yang saya berikan untuk orang lain dalam hidup saya? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab pada saat kita membuat pondasi kehidupan. Menuliskan visi, me-list mimpi dan menetapkan tujuan hidup kita. Dilanjutkan dengan merancang strategi. Menjadi suatu hal omong kosong saat kita mempunyai impian namun tidak mengetahui bagaimana cara mencapainya. Bagaikan masuk ke medan perang, maka untuk mencapai kemenangan, kita harus mempunyai strategi yang canggih, yang tepat, yang bisa melawan musuh, para pencuri mimpi.

Lalu apa? Keinginan, impian, perencanaan akan menjadi suatu hal yang sia-sia saat itu hanya berakhir pada tulisan apalagi sekadar pemikiran. That’s useless. Buktikan hal tersebut dengan action. Ada doing something. Ada sesuatu yang kita lakukan. Dan hal tersebut, agar bisa mengantarkan kita kepada visi, maka lakukanlah dengan komitmen dan disiplin. no excuse, no reason. Inilah FOKUS. Pada saat kita dihadapi sebuah tantangan dalam hidup, maka perbesarlah mimpi, agar visimu tetap terlihat. Tidak mudah terpengaruh dengan sana-sini.

Pernah ga merasa putus asa di tengah jalan? Merasa “Ah, kayaknya sulit,” “Sepertinya ga mungkin deh..”. Pernah mengeluh seperti itu? Nah, pada saat kita melihat suatu tantangan, maka hal yang harus kita lakukan adalah memperbesar mimpi kita, agar sang visi tetap terlihat. Terus dan terus perbesar mimpi. Karena bermimpi itu gratis, fren. Tinggal bagaimana perjuangan kita membuat mimpi menjadi kenyataan.

The POWER of FOCUS. Terinspirasi dari film “Pay it Forward”, bagaimana Trevor, seorang siswa kelas 7 mampu bertekad untuk mengubah dunia dengan memberikan gagasan, “Tolonglah 3 orang kemudian minta 3 orang itu untuk menolong 3 orang yang lain, dst.” Luar biasa. Seorang anak polos seperti itu mampu memberikan gagasan yang dahsyat. Memanfaatkan jaringan untuk menebarkan kebaikan. Seperti amal jariyah. Trevor fokus dengan visinya. Tiap hari dia berusaha menolong orang lain dan mengevaluasinya. Hingga  suatu saat gerakannya menyebar. Dari Las Vegas hingga Los Angeles. Dan pada akhirnya dia mati terbunuh karena menolong teman sekelasnya dari gangguan geng sekolah. Sungguh tragis, dia memberikan inspirasi kepada banyak orang bagaimana memperjuangkan visi hidupnya, hingga apa yang paling berharga harus direlakan, yakni nyawa.

Bagiku, “Aku hidup bersama visi-ku.. Biarkan aku bersamanya, hingga aku merealisasikannya atau mati dalam memperjuangkannya..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: