There’s will, There’s way..

· Tulisanku

Melanjutkan tulisan kemarin. There’s will, There’s way. Jika kemarin aku membicarakan tentang mimpi, maka sekarang tibalah pembahasan mengenai komitmen. Seorang Stephen Covey pernah menjelaskan bahwa salah satu cara untuk menggapai sebuah tujuan adalah komitmen terhadapnya, bagaimana caranya kita bisa memfokuskan waktu kita, apa2 yang kita lakukan demi terwujudnya mimpi tersebut. Itulah komitmen.

Dan dua hari yang lalu pun akad telah dilaksanakan. Kini aku terikat akan sebuah komitmen untuk menjadi seorang pelaku sejarah peradaban.

Inilah komitmen ku:

1. Shalat lima waktu berjamaah

2. Setiap hari shalat dhuha, tilawah minimal 10 halaman, tidur maksimal 5 jam.

3. QL 3 kali, dan shaum sunnah sekali perpekan (4kali perbulan)

4. Membaca buku rekomendasi sehari minimal 15 menit, menulis minimal 5 baris

5. Hadir training pekanan.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa sih harus ada komitmen? Simpel aja, fren. Kita saja sejak di dalam kandungan ibu sudah berkomitmen . Masih ingat apa? Q.S Al-A’raf ayat 172, menjelaskan bagaimana dulu kita berkomitmen. Saat ditanya, “Bukankah Aku tuhanmu? Ya Benar, dan kami bersaksi.” Hey, fren, dulu kita pernah bersaksi seperti ini lho.. Lalu kenapa saat kita di dunia tidak berkomitmen? Padahal komitmen itu lah yang akan menguatkan kita nantinya.

Kembali ke judul tulisan, There’s will, There’s way.. Ya, karena aku telah membuktikannya. Saat ada komitmen maka semua jalan akan terbuka. Bermula dari komitmen nomor satu. Sulit ya sepertinya, perempuan lho, harus setiap hari 5 kali shalat berjama’ah. Kalau di kampus mah asyik, bisa jama’ah terus di mushola, kalau di rumah? Hmm.. Tenang, fren. Kemarin saja, saat semua orang2 rumah meninggalkan aku sendirian di rumah, aku pun berpikir, nanti shalat isya dan shubuh gimana ya? Masa’ harus ke masjid sih.. Eh, tiba2 saat cerita hal ini ke seorang ukhty, langsung dia bilang, “Kalau gitu ane nginep di rumah nisa aja deh.. Biar ada temannya..” Wah, subhanallah, Alhamdulillah,. Ya. Allah kalau ada komitmen memang semua jalan pasti akan terbuka. Yang selama ini membuat komitmen tidak berjalan adalah kebanyakan REASON dan EXCUSE.. Jadilah komitmen yang sudah dibuat bagus2 akan sia-sia tak bermakna. Poin komitmen kedua, yang dua hal pertama sih sudah biasa, tapi hal ketiga, tidur maksimal 5 jam, Haduh, sepertinya berat. Tapi, aku sudah membuktikannya, fren, ternyata dengan komitmen ini, benar2 terwujud apa yang ditargetkan. Semalam saja pas banget tidur 5 jam. Belum lagi sebelumnya, sama. Pas banget bangun setelah 5 jam tidur. Poin ketiga, cincai lah ya.. Masuk ke poin ke empat, harus membaca dan menulis. Eh, benar saja, kalau membaca sih oke2 aja. Tapi kalau untuk menulis, kadang suka ga sempat gitu.

Nah, kembali lagi ke There’s will, There’s way. Tiba2 tiap harinya ada saja ide yang muncul, tiba2 ada saja keinginan untuk membuka laptop, buka worpress dan langsung nulis, seperti hari ini dan sebelumnya.

Ya, itulah komitmen, menuntut kita banyak untuk berkorban dan melewatkan banyak waktu untuk mewujudkan cita-cita kita.

Dan ternyata berbicara mengenai taqwa berarti membicarakan komitmen. Bagaimana kita mampu setelah Ramadhan untuk mempertahankan semangat beribadahnya, atau setidaknya mendekati Ramadhan.

Semoga kita menjadi orang-orang yang berkomitmen. ^^..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: