Saling Menjaga, Betapa Indahnya Islam

· Islam

Kembali mengingat2 pesan yang disampaikan oleh mbak ku 2 pekan lalu. Menarik. Cukup membuat teman2 ku memperhatikan serius.

Ternyata, Islam itu memang benar2 telah mengatur manusia dengan begitu sempurnanya.

“Kenapa sih laki dan perempuan yang bukan mahram ga boleh sentuhan?”

Salah satu hikmahnya, bahkan ada di buku Female Brain. Bahwa di otak wanita ada yang disebut amigdala. Sebuah bagian yang akan aktif untuk menangkap respon, menjadikan was2, hati2 dan waspada. Saat wanita merasakan hal tersebut, maka amigdala akan aktif dan anggota tubuh pun akan bersiap2 untuk antisipasi. Nah, respon ini dapat diredakan dengan sentuhan. Kalau pernah melihat ada seorang sahabat perempuan yang sedang curhat ke sahabatnya, maka sang sahabat itu akan berusaha menenangkan. Entah dengan mengusap bahunya, tangannya, dll. Dan amigdala pun akan kembali off. Bayangkan teman2 saat sahabat yang nyentuh itu laki2. Maka, respon yang dihasilkan akan sama. Amigdala akan off. Saat amigdala off, maka kehati2an akan menurun, dan boleh jadi setelah itu otak jadi kurang respon dengan hal2 yang berbahaya, akibatnya sang perempuan itu dapat terbujuk rayuan sang laki jika mau “diapa2kan”.

Ah, Islam.. Benar2 dahsyat. Apalagi kalau dapat share dari anak2 biologi, tentang bagaimana respon otak laki terhadap hal2 yang menyangkut wanita. Begitu cepat, bro. Jadi serem dengarnya. Bahkan sempat berpikir, “Eh, cwo, kok tega banget sih menjadikan wanita sebagai objek khayalan. Tidakkah kau memikirkan jika ibumu, bibimu, atau adikmu yang dijadikan objek khayalan oleh cwo lain yang bukan mahramnya??”

Tapi, fren, kalau dipikir2 lagi, cwo akan berkhayal kalau ada subjek yang bisa dikhayalkan. Oleh karena itu, bersyukurlah kalian para wanita, yang dengan Islam engkau berjilbab dan menutup auratmu. So, kamu bisa terhindar tuh dari penjadian objek khayalan laki tak bertanggungjawab. Dengan penampilanmu yang terjaga, sikapmu yang senantiasa hati2 dan hatimu yang selalu dibersihkan, Insyaallah akan terhindar dari “mereka2” itu tuh..

Terakhir, ada sebuah kalimat yang cukup menggugah::

“Wahai para lelaki, terima kasih telah menjaga kehormatanku dengan tidak memandangku lebih, dan menjauhkan bayangku dari pikiranmu. Dan aku pun akan menjaga kehormatanmu dengan menjaga hati dan sikapku, dan menutup auratku..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: