Ramadhan Ini Membekas Cinta

· Goresan Kehidupan

#19.20

Sedih Ramadhan harus pergi…

Hari ini pun benar2 harus merelakan Ramadhan pergi..

Ah, Ramadhan ini benar2 membekas cinta. Betapa tidak, di bulan ini aku bertemu dengan orang-orang yang begitu dahsyat. Banyak belajar aku dari mereka. Sekumpulan orang yang berkomitmen dalam sebuah organisasi. Itulah YOUTHCARE. Organisasi kepemudaan dengan perjuangan dunia dan visi akhirat. Subhanallah, disini aku benar-benar bertemu orang – orang hebat yang begitu semangat memperbaiki pemuda dunia. Disini aku memiliki keluarga baru.

Di Ramadhan ini pula aku merasakan bagaimana berjuang di ranah sekolah. Bagaimana aku menemui begitu banyak pemuda dengan semangat yang menggebu2 menantikan hadirnya ajakan kebaikan. Disana lah aku menyemangati mereka, mencoba menyadarkan dan menuntun mereka menuju kebaikan.

Di Ramadhan ini, aku memimikirkan pemuda. Membuat visi besar. Projek peradaban besar yang sangat kompleks. Dan disinilah aku sadar bahwa aku dan saudara2ku haruslah memiliki kapasitas yang luar biasa untuk menghimpun kekuatan pemuda yang berserakan. Bersinergi, bergerak dan berkontribusi menuju peradaban madani. Ya, disinilah aku temukan semuanya. Di YOUTHCARE.

Bulan Ramadhan ini benar2 membekas cinta. Betapa tidak, di sini aku merasakan kasih sayang Nya. Ujian hati yang bergejolak, ujian pikiran yang terperas, ujian fisik yang semuanya menuntut ku untuk lebih. Lebih baik dari sebelumnya.

Ramadhan ini benar-benar membekas cinta. Betapa tidak, aku bersama keluarga ku yang kian kini memperlihatkan kecintaannya kepada Islam.  Adik ku si kecil yang kian menyenangi AlQuran dan tiap hari mengulang hafalannya. Adik perempuan ku juga mulai giat dengan tilawahnya. Benar2 membekas cinta.

Jika ku jabarkan, rangkaian Ramadhan ini, mungkin membutuhkan begitu banyak lembaran. Satu yang ingin ku sampaikan. Ramadhan ini benar2 membekas cinta. Ku harap cinta itu tetap ada setelahnya.

Kini, Ramadhan pun melambaikan, tanda kepergiannya. Tak rela rasanya. Tapi, semua memang harus berlalu.

Cinta Ramadhan akan terus tersemai. Kini dan nanti. Selamat tinggal Ramadhan. Perjuanganku tetap harus terlaksana, dengan atau tanpamu. Maka, izinkan aku untuk tetap bertahan dalam pekerjaanku menyusun batu bata peradaban Islam. Wahai Ramadhan, aku harap bisa bertemu denganmu lagi tahun depan dan seterusnya.

-Salam cinta dari ku,

Sang Pejuang-

Ramadhan ini Membekas Cinta..^^..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: