Kala Cinta itu Datang…

· Goresan Kehidupan, Islam

#16.30 WIB

Seperti tak biasa. Bisa pulang sore ditemani langit yang memerah saga. Biasanya ditemani senyuman rembulan malam..

“Wah, mumpung masih sore, buka laptop ah.. Sambil bersilaturahim di FB..”

Ya, seperti itulah kerjaan saya kalau pulang kuliah. Selalu update berita plus say hello kepada kawan2 yang lagi OL. Itung2 silaturahim lah. Terutama kepada kawan2 SMA yang ketemunya hanya satu semester sekali, pas liburan aja.

Wah,, ada newsfeed keren nih. Dari seorang pengurus MII (Mushola Izzatul Islam, LDFnya MIPA UI-red).Ternyata itu link menuju suatu website.  Judul page-nya menarik : Manajemen Hati Pra Nikah. Karena dari kemarin orang2 di sekitar bicaranya tentang nikah terus, jadi penasaran dengan page-nya.

#17.00 WIB

KLIK..

Terbukalah webpage yang ternyata isinya rekaman kajian. Yup, itu adalah rekaman kajian di sebuah tempat di UI. Didengarkanlah dengan seksama. Tenyata 1.5 jam.

**

Cinta, siapa sih yang ga tau dengan kata ini..?

Hmm.. sebenarnya agak berbahaya juga nih membicarakan tentang cinta. Ntar dikiranya lagi labil lagi.

Tenang aja sob, ane baik2 aja,, di sini ane hanya ingin berbagi. Sebenarnya ini pengingatan (Tadzkirah) buat ane juga sih. Soalnya akhir2 ini emang sering banget tuh berinteraksi dengan lawan jenis yang notabene bisa menyebabkan kita ga “sehat”. Dalam artian, ga sehat ruhaninya. Kalau terlalu sering kan bisa menimbulkan getaran2 atau kalo anak fisika bilang terjadi tarik-menarik antar dua muatan yang berbeda. ^^.. Ya begitulah, ini jadi introspeksi bagi kita apalagi yang katanya aktivis.

Cinta itu wajar aja sob. Kalau kata psikolog, itu adalah bagian dari masa puber yang belum selesai. Nah, masalahnya adalah sekarang masanya kita aktif di dakwah dan masa puber itu belum selesai2.. (What??). Yang ikhwan jadi suka perhatian gitu dengan akhwat. Yang akhwat juga cari2 perhatian dengan ikhwan.. (astaghfirullah..) Sekali lagi, ini juga adalah instrospeksi bagi ane. Ya Allah, ampuni kami…

Fenomena yang terjadi adalah berawal dari interaksi. Memang, di dunia nyata atawa maya kayak gini, kita ga bisa menghindari yang namanya interaksi lawan jenis. Di kampus, sekolah, kerja, bahkan di FB atau Twiter. Apalagi aktivis nih. Yang organisasinya bermacam2. Di BEM, Himpunan, LD, dll.. Ada aja tuntutan kita untuk berinteraksi lawan jenis. Sekadar nanya proposal dah jadi belum, ada masalah ga di proker, projek dah selesai, laporan tim dll. Kalau itu mah biasa aja lagi. Yang jadi masalah adalah kalau yang awalnya ngurus kerjaan jadinya ngurusin “anak orang”, yang tadinya ngomongin proposal acara jadi malah ngomongin proposal “masa depan” yang belum jelas tuh serius apa kagak. SMS-an, telpon2an, chatting..  (astaghfirullah)..

Yang lebih keren lagi adalah saat terjebak dengan istilah. (Duh lupa kata ulama siapa gitu) “Janganlah kamu terjebak dengan nama perbuatannya, tapi perhatikanlah apa perbuatannya.” (kurang lebih gitu deh). Sekarang tuh banyak banget maksiat yang dibungkus dengan nama bagus. Seperti Judi yang dibilang Kuis. Padahal mah judi2 juga itu. Kalau kaitannya dengan hal “cinta” ini, bukan pacarannya yang ga boleh, tapi apa yang dilakukan pas pacaran itu. Ya, antum tau lah apa aja.

Metode jitu nih, dalihnya sih tausiyah.. malam2 si akhi sms: “Ukhty, bangunlah kamu di sepertiga malam..” Hmm.. Bagus sih saling mengingatkan, tapi kalau sms nya tengah malam….. (Udah melanggar JAm MALam nih).. Aduh, udah deh, jangan cari2 alasan buat PDKT.. Masa’ dakwah dijadikan sarana untuk PDKT kalian. Jadi penyakit..

Ga mau banyak bicara.. (tulis-red) . Antum lebih tau lah dari ane..

Trus ada yang nanya, kalau syuro ga pake hijab gimana??

Hijab (dalam hal ini pembatas tempat syuro yang biasanya adalah spanduk acara atau kain panjang) mah ga wajib. Yang wajib adalah menundukkan hati, mata dan pikiran. Di zaman Rasulullah pun hijab ga wajib. Shahabiyah pun bertanya kepada Rasulullah langsung. Tanpa hijab. Kecuali untuk istri Nabi. Sebenarnya hijab tuh sarana kita untuk mengamankan mata, hati dan pikiran. Kan bermula dari pandangan tuh.. (cciiiee….). Nah, dengan hijab bisa terminimalisasi hal itu. Kalau kata ustadznya, zaman shahabat dulu memang mereka kuat2 penjagaannya. Cukup menundukkan hati bisa terjaga. Nah, kalau zaman sekarang, antum bisa jamin ga dengan rapat terbuka gitu bisa aman nih mata. Ga pake curi2 pandang. Atau memandang berlebihan. Apalagi menatap dalam.. (Na’udzubillah min dzalik.)

Trus gimana dong..?

Ikhwah, segala yang mubah itu bisa jadi haram lho kalau ada sebab2 tertentu. Seperti berlebihan. Makan mubah, tapi kalau berlebihan bisa jadi haram. Nah, dalam berinteraksi lawan jenis juga gitu. Jangan sampai berlebihan (di dunia nyata atau maya). Hindari segala sesuatu yang bisa mengundang fitnah.. (astaghfirullah,, ini tadzkirah buat ane…).. Parah juga kan kalo perbuatan yang kita pandang biasa aja tapi orang lain melihat hal yang aneh.. “kok, dia gitu ya??” “katanya akhwat , tapi gitu” “kelihatannya si ikhwan, tapi ternyata….” (astaghfirullah.. benar2 tadzkirah ini..). Peka aja sih, kalau memang sekiranya ada hal yang bisa mengundang fitnah ya hindari. Interaksi juga, kalau sudah membicarakan proker berdua, hakimnya adalah kita sendiri. Jika sekiranya mau melampaui batas ya hentikan saja. Karena di sanalah syaithan bermain. Membuat kita terlena. Jadi terlalu asyik sms, telpon, chatting, komen2an, retweet, etc..

Kita nih di dakwah. Nikmatilah kerja keras antum sekarang. Rasakanlah beban2 amanah itu. Persibuk diri dengan dakwah, sob. Biar kita ga sempet tuh buat mikirin si doi, atau interaksi ga penting. Nikmati aja begadang2 kita buat dakwah. Dari pagi sampai kita terlelap tidur ya kerjaannya dakwah. Ga sempet buat hal2 yang ga penting, apalagi ga “menyehatkan” itu. Tips juga nih buat para mas’ul yang jundinya keliatan kena VHC2 (Virus Hati Cenat-Cenut). Kasih aja dia banyak kerjaan. Biar tersibukkan dengan amalan dakwah, bukan doinya. Karena katanya, kalau orang jatuh cinta tuh bagaikan tali yang lagi ditarik2.. perlu gaya yang berlawanan agar tu tali ga tertarik dengan yang lain.. (gitu deh.. antum paham lah..)

Yang terpenting sih bagaimana kita menjaga hubungan dengan Allah. Sang Maha Cinta. Muqarrabatullah-nya ditingkatkan. Biar yang diingat hanyalah Allah. Mohon terus agar hatinya terjaga dari hal2 yang merusak hati. Doa dan usaha harus berjalan seiringan nih. Agar hati, mata dan pikiran kita terjaga dari hal2 yang haram.

Jadi ingat kisah Sayyid Quthb yang menjaga banget hatinya. Saat beliau ingin melamar seorang gadis, beliau bertanya kepada gadis tersebut, “Apakah ada laki lain sebelum saya yang hadir dalam hatimu?”. Jawab sang gadis, “Ya, Fulan bin Fulan”. Akhirnya, beliau tidak jadi melamar sang gadis. Karena beliau mencari perempuan yang tidak hanya perawan secara fisik, tapi juga hati.. (zlep… nusuk banget..)

Ya, kita ga bisa menghindari yang namanya cinta. Tapi bagaimana kita mengatur diri agar tidak tersibukkan dengan hal itu. Topik perbincangan jadinya nikah terus. Kumpul ikhwah agendanya membicarakan nikah. Padahal kerjaaan dakwah numpuk tuh. Jangan sampai kerjaan yang lebih penting dan mendesak tergantikan dengan perbincangan nikah, nikah dan nikah. Ayo, sob.. Ummat nungguin tuh.. Amal sekarang..!!!

#Kajian lengkapnya:

http://www.islamedia.web.id/2011/05/manajemen-hati-pranikah-ust-farid-numan.html

**Ighfirlanaa ya Allah.. wa atuubuu ilaik..**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: