Aisyah radhiyallahu ‘anha : Wanita Cerdas yang Ilmunya Mengungguli Ilmu Seluruh Wanita

· Islam

Al-Humairah. Begitulah panggilan kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Wanita cantik berkulit putih bersih ini adalah anak dari manusia yang paling utama setelah nabi dan rasul, Abu Bakar Ash-Shadiq radhiyallahu ‘anhu. Sedangkan ibunya adalah Ummu Ruman binti ‘Amir, sosok wanita terkemuka yang sangat banyak menorehkan jasanya kepada Islam. Saudara perempuan kandungnya adalah Asma’ binti Abu Bakar yang terkenal dengan gelar Dzaatun Nithaaqain (pemilik dua selendang). Seorang wanita luar biasa yang berasal dari keluarga yang luar biasa pula.

Imam Adz-Dzahabi berkata, “ ‘Aisyah putri pemimpin terbesar orang yang Shidiq dan khalifah Rasulullah saw. Al-Qurasyiyyah, At-Taimiyyah, An-Nabawiyah, ibunda orang-orang yang beriman dan istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Dia adalah wanita yang paling luas ilmu dan pemahamannya di antara seluruh wanita umat ini.”

Ya, seperti itulah. Kecerdasan bunda ‘Aisyah tidak lagi diragukan. Belum genap usianya 19 tahun, beliau sudah ditinggalkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Tetapi dalam usia yang semuda itu, beliau telah memenuhi segenap pelosok bumi dengan ilmu.

Az-Zuhri berkata, “Jika ilmu ‘Aisyah dibandingkan dengan ilmu yang dimiliki oleh seluruh wanita lainnya, maka ilmu ‘Aisyah lebih unggul.”

‘Urwah bin Zubair berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yang lebih banyak ilmunya dari ‘Aisyah ra. Dalam hal pemahaman masalah-masalah agama, kedokteran dan puisi.”

Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ketika kami, sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam., menghadapi kesulitan dalam memahami suatu hadits, lalu bertanya kepada ‘Aisyah, maka kami pasti mendapatkan pemecahannya.”

Jika dalam bidang keilmuan, periwayatan hadits, kezuhudan dan kewara’an, ‘Aisyah pantas disejajarkan dengan ulama-ulama terkemuka, maka dalam kekuatan sastra dan kefasihan berbicara, beliau tidak dapat ditandingi oleh wanita mana pun pada masanya, bahkan hingga masa kini.

Tidak diragukan lagi, wanita nan cerdas ini tumbuh di lingkungan keluarga Abu Bakar yang sangat lihai dalam bidang sastra. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. dikenal sangat fasih dalam berbicara, menguasai seluk-beluk nasab bangsa Arab dan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dalam sejarah masyarakat Arab. Setelah besar,’Aisyah radhiyallahu ‘anha. pindah dan langsung dibimbing oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam., sehingga beliau banyak belajar dari kekuatan sastra Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam., mempelajari gaya bahasa Al-Quran dan menggalinya dengan baik sekali.

Sedangkan dalam ilmu kedokteran, beliau adalah ahlinya. Hisyam pernah bertanya kepada ‘Aisyah, “Wahai Bibi, dari mana engkau belajar kedokteran?” Aisyah radhiyallahu ‘anha. menjawab, “Ketika aku sakit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. mengajariku cara mengobatinya, lalu ketika beliau sakit, banyak orang yang memberi tahu tentang cara menyembuhkannya. Aku juga mendengar orang-orang membicarakan obat yang digunakan untuk penyakit yang mereka alami, Semua itu aku kuasai dengan baik.”

Beliaulah Ummul Mukminin, mercusuar ilmu pengetahuan yang mengharumkan seluruh jagat raya dan mengisi dunia dengan ilmu, keshalihan, etika, pengetahuan, kezuhudan dan kewara’an..

Sumber:

Al-Mishri, Mahmud. 35 Sirah Shahabiyah (35 Sahabat Wanita Rasulullah saw.). Jakarta: Al-I’tishom. 2010. hlm 95-197

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: