Buah Tangan Kemarin

· Islam

Serial Kajian JaZirah MII (Edisi Shiroh Nabawi)

(15.01)

-Berjalan menuju gedung UPP..

Wah, ternyata rapatnya sudah mulai euy..

Rapat ROHIS di belakang gedung UPP mengisi agenda saya sore ini..

(15.18)

Tanpa terasa adzan ashar berkumandang..

“Baiklah, kita tunda rapatnya.. Abis ashar langsung balik lagi ke sini ya..”, kata Bang Awi yang dari tadi mimpin kita rapat.

Hup.. Sampailah saya, dkk di mushola tercinta.. Mushola Izzatul Islam yang sangat sederhana,. Terletak di MIPA yang sangat sederhana.. (hhee..). “Wah.. apaan tuh?”, terkejutnya saya melihat spanduk besar yang terpampang vertikal di selasar mushola bagian akhwat.. “Widih, baru inget ane, hari ini ada JaZirah ya..”. Kalo anak2 Mipa pasti dah kenal lah dengan jaZirah ini.. JaZirah 2.0 atawa Kajian Tafzir Quran dan Shiroh session 2 adalah kajiannya anak2 mipa. Tiap selasa dan kamis kita nih bocah2 yang merindukan ilmu syar’i datang kemari. Dengan ustadz yang keren dan interaktif, dan snack sehat yaitu Brownies mantap, semakin menambah semangat kita untuk datang.. “Abis rapat ikut jaZirah ah..”, dalam hati.

(16.38)

“Ayo2, kita selesaikan rapatnya. Dah jam setengah 5 nih.. Kita ikut Jazirah ya..”, ajak si Awi untuk mengakhirkan rapatnya. Memang sepertinya semua sudah beres sih. “Oke. kita tutup saja rapat kali ini dengan membaca hamdalah” Tanpa doa kafaratul majlis si Awi dkk langsung chau ke MII.. (hmm.. Ni rapat rohis kok seperti ini ya…?? Maaf ya,,)

**

“Duluan ya kak, mau pulang dulu..”, kata seorang akhwat rohis

“Mau kemana? Ga ikut Jazirah??’, tanya heran

“‘afwan kak, mau balik ke Jakarta, khawatir kemalaman,.”

“Oke, baiklah, hati2 yo… Assalaaamu’alaikum.”

“Wa’alaikumussalaam..”

Akhirnya, saya berjalan sendiri ke MII.. Dekat sih, tapi ga enak aja kalau jalan sendirian..

“Wah, ternyata sudah mulai.. ” (sambil berlari ke dalam MII karena mendengar suara ustadz yang sudah menyampaikan materinya..)

Alhamdulillah, ternyata belum lama mulainya. So, masih banyak yang bisa didapat. Kali ini, Jazirah membahas tentang Bangsa Arab sebelum Islam datang. Tiap selasa memang agendanya Shiroh Nabawi, kalau kamis baru kajiannya Tafsir. Diisi oleh ustadz Arif, dari Cahaya Shiroh, materi dibawakan dengan mantap. Gayanya yang santai dan humoris membuat kami antusias untuk mengikutinya. Inilah ringkasan materi yang sempat saya catat:

Bangsa Arab jahiliyah dulu, memiliki akhlak2 terpuji yang mengundang decak kagum bangsa lain. Diantaranya;

1. Dermawan.

Kedermawanannya sangat dahsyat. Bahkan mereka berlomba2 dalam bermurah hati. Sang Ustadz menyinggung tentang bagaimana kita bisa mengikhlaskan harta kita dalam berinfaq. Seperti halnya tukang parkir, dia hanya dititipi kendaraan saja. Saat orang yang punya mau mengambilnya lagi, sang tukang parkir ga bakal ngaku2 bahwa kendaraan itu adalah miliknya. Paling banter dia cuman foto2 di samping mobil..(hhee…). Nah, seperti itulah, kita di dunia kan hanya dititipi harta, jadi kalau Allah mau ngambil lagi jangan marah atuh, mang itu semua punya Dia.. Patut dicontoh nih kedermawanannya orang Arab. Tapi jeleknya, mereka terlalu dermawan, bahkan kalau ada pesta khamr mereka berlomba2 untuk menyumbang. (jangan ditiru ya..)

2. Memenuhi janji

Yang ini nih mantap dahsyat. Orang arab zaman itu tuh gentle man.. Kalau munafiq itu baru ada pas Nabi hijrah ke Madinah. Kalau orang arab Makkah mah ga ada.. Kalau A ya A, B ya B, kaga ada tuh A- atau B+ (hhee. gaya nilai UTS aje.. ). Mereka adalah orang2 yang berani mengambil keputusan. Pilihannya hanya ada dua, hitam atau putih, ga ada yang abu2. Mantap kan..!!! Nah., urusan menepati janji jangan ditanya. Bagi mereka janji adalah hutang yang harus dibayar.

3. Kemuliaan jiwa dan keengganan menerima kehinaan dan kelaliman

Mereka itu adalah orang yang paling pantang dihina dan tidak suka jika mendengar kata2 hinaan. Belebihannya, mereka berani untuk melawan bahkan tidak memerdulikan lagi jika kematian bisa menimpa dirinya. Akibatnya bisa perpecahan dan pertumpahan darah.

4. Pantang Mundur

Ni juga ga kalah mantap. Semangatnya untuk menggapai sesuatu sangat tinggi. Apapun bisa dilakukan untuk menggapainya. Widih.. Mantap dahsyat kan bro..

5. Kelemahlembutan dan suka menolong

Mereka suka bersyair tentang ini. Tapi sayang, sifat ini tertutupi dengan keberanian mereka yang berlebihan dan terseret dalam perperangan.

6. Sederhana

Mereka tidak mau dilumuri warna-warni kegemerlapan. Hasilnya adalah kejujuran, dapat dipercaya, meninggalkan dusta dan pengkhianatan. Zuhud juga nih mereka..

**

Itulah penggambaran Bangsa Arab jahiliyah. Memiliki sifat yang mantap namun harus diarahkan agar tidak berlebihan dan tidak menjurus pada kesesatan, kemaksiatan ataupun peperangan. Maka inilah tugas Islam, memberikan petunjuk menuju jalan yang lurus.

Nb: Keterangan lebih lanjut tentang shiroh nabawi, bisa dilihat di kitab Rahiqul Makhtum, Shafiyyurrahman Al-Mubarakfurry, atau kitab Shiroh yang lain.

Semoga Bermanfaat…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: