Oleh-oleh Hari Ini

· Goresan Kehidupan

Diskusi dengan Orang Hebat (Edisi MAPRES)

(16.45 WIB)

Hup, selesai sudah kuliah.

“Ayo boy kita chau..” (itu adalah kalimat yang biasa saya lontarkan kepada si sohib kalau mau pulang bareng.)

“Udah telat nih kita.. ” (berlari menuruni lantai 2 Gedung B yang sangat sederhana)

Seperti biasa, bikun cukup lama untuk ditunggu. Tapi, baiklah. Sabar aja..

**

Sebenarnya saya dan sohib ada jadwal diskusi hari ini. Bukan diskusi biasa , melainkan dengan seorang MAPRES . Telat banget,  diskusi dimulai ba’da ashar tadi. Tapi apa daya, kuliah memanggil. Niat hati ingin izin kuliah saja, tapi mengingat sebentar lagi UTS, niat itu diurungkan.

“Nah, itu dia BIKUNnya.. Ah,, Penuh..” (Sambil berlari kecil, karena khawatir tidak muat lagi masuk bis..)

**

(17.15 WIB)

Sip, sampai juga di TKP (Tempat Kita Pertemuan),,

Ternyata sudah ramai.,

Seru mendengarkan, sambil menyamakan frekuensi dengan peserta yang lain. Ternyata sudah jauh euy.. Tetapi ada point2 yang sempat saya rekam. Dan inilah hasilnya..:

*Bang, kenapa mau jadi MAPRES si? Apa motivasinya?

-Memang, gelar MAPRES itu sangatlah pragmatis. Kita tidak bisa  menyebut MAPRES2 itu sebagai mahasiswa terbaik di fakultas atau bahkan universitas. Bukan orang yang super di segalanya. Toh, yang dinilai dari MAPRES hanyalah CV, kemampuan menulis dalam karya tulis, presentasi dan bahasa inggris. Tidak diuji kemapuan dalam bidang2nya masing2.. Namun, walaupun terlihat pragmatis coba bayangkan apa efek dari gelar tersebut. Seorang MAPRES adalah sorotan bagi mahasiswa yang lain. Bagaikan artis yang selama 24 jam nonstop disorot lampu sehingga semua orang bisa melihatnya setiap saat. Menjadi teladan dan contoh bagi yang lain. Inilah poin terpenting,  jika gelar itu diraih oleh seorang kader dakwah (baca: aktivis) yang senantiasa menyebarkan kebaikan, gelar mapres akan menjadi sarana untuk mempermudah dalam berdakwah. Karena memang dia menjadi contoh bagi yang lain dan menjadi berpengaruh. Salah satu  contohnya, sebelum saya jadi MAPRES, mentee saya hanya 6. Itu pun suka shift-an kalo ngaji. Tapi setelah saya jadi MAPRES, banyak yang mengampiri saya, “Bang, ane boleh gabung kelompok nt ya..” Dan hasilnya ada sekitar 11 mentee saya sekarang. 90% datang saat ngaji. So, jadi MAPRES itu bermanfaat banget. Ini adalah ladang emas untuk menuai kebaikan.

*Oia, bang.. Bagaimana opini abang tentang aktivis yang IPnya satu koma? Nasakom gt.. Sibuk sana-sini tapi kuliah terlantarkan..

-Bagi saya, Seorang aktivis yang NASAKOM adalah orang yang berpikir pendek. Yang dipikirkan hanyalah kegiatan saat di kampusnya saja. Padahal masa depan, saat selesai kuliah maka dunia menuntut keprofesionalanmu. Bukan saja orang yang aktif sana-sini, tapi juga jago di bidangnya.

*Bang, share pengalaman dong. Kok bisa jadi MAPRES si?

-Saya adalah siswa yang biasa2 saja saat SMP atau SMA, tidak pernah ikut apa2 di sekolah. Awal kampus pun tidak terlalu wah. Hanya kegiatan biasa saja. Dengan ritme yang biasa pula. Tapi, saat saya meniatkan untuk jadi MAPRES, saya usaha keras. Dengan niat yang kuat dan ikhtiar yang tidak biasa saja, saya mengumpulkan berkas untuk CV, saya belajar presentasi terus menerus, belajar bahasa inggris satu bulan. Saya lakukan yang terbaik untuk apa yang sudah saya ‘azzamkan.

*Pernah ada pengalaman saat jatuh ga?

-Semester lima saya ikut berbagai kegiatan. Jadi PO suatu event, ikut lembaga sana-sini,, tapi tetap tidak melupakan kuliah saya. Tiba di akhir semester. Terkejut melihat IP, ternyata IP saya di bawah 3. Sempat kecewa, tapi kembali lagi saya ingat. Hasil itu memang sebanding dengan usaha kita, tetapi ingat pula bahwa Allah akan memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat. Mungkin ini adalah tabungan untuk saya. Benar saja, semester 6 saya perbaiki semua, dan akhirnya saya bisa mengajak kedua orang tua saya ke Balairung. Menyaksikan anaknya mendapat gelar MAPRES. Terharu saat itu, bisa memberikan sedikit hadiah untuk orang tua.

*Gini bang, di MIPA tuh kegiatan kuliahnya banyak banget, praktikum ga ketulungan., menyita banyak waktu, jadi pada malas untuk ikut MAPRES gt.. Katanya mau fokus memperbaiki nilai saja. Menurut abang gmn?

-Memang, permasalahan anak eksak adalah seperti itu. Tapi, cobalah jalani itu semua dengan senang hati. Dengan passion yang besar. Enjoy aja. Kalau kita merasa kuliah adalah beban, maka jadilah kita merasa berat. Tapi jika kita menganggap kuliah itu untuk menaikkan kapasitas kita, maka lakukanlah sepenuh hati.

*Oia, kita kan ga punya banyak waktu nih bang, gmn cara bagi2 nya?

-Yang terpenting adalah mengendalikan diri. Musuh sebenarnya adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita mengendalikan diri sendiri. Bukan kita yang dikendalikan nafsu. Cari kegiatan yang penting2 saja, Lakukan dengan efisien. Pilih kegiatan yang bermanfaat dan bisa meningkatkan kapasitas saya secara signifakan. Kurangin tuh FB-an atau twiter-an. Trus juga kurangin jatah tidur. Seperti lomba lari, kita hanya butuh 1 detik lebih cepat dibanding yang lain untuk menang. Hanya 1 detik. Buatlah perbedaan dengan temanmu. Berlarilah 1 detik lebih dulu dibanding temanmu.

*Sip.. Mantap.. Terakhir deh, pesan2 abang buat kita2 nih yang masih ada waktu untuk mengejar ketertinggalan untuk jadi MAPRES

-Faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah.. Kuatkan niat, lakukan usaha yang terbaik dan tawakkal kepada Allah. Perbaiki hubungan dengan Sang Empunya Ilmu.. Banyak2 tahajud.. Shalat malam biar tambah dekat. Dan niatkan ini semua dilakukan untuk mencari ridho-Nya. bukan sekadar ketenaran atau sanjungan manusia yang fana. SEMANGAT..!!!

**) Itulah hasil diskusi dengan format yang sedikit diubah dan ditambah2i.

Semoga bermanfaat..^^

6 Komentar

Comments RSS
  1. Kinta mahadji

    Gaya tulisannya ‘mengalir’, bagus, enak dibaca, terus nulis nisa

    • physicsfighter

      Insyaallah akan selalu menulis kak..
      Sambil belajar merangkai kata dan ingin menebarkan kebaikan..

  2. Ryanda Enggar A A

    Assalamu’alaikum

    waw keren, itu diskusi sama syapa Nis ? (mksudnya Mapresnya syapa ? dari fakultas apa ? dan mapres tahun brp ?)

    *musimgalaumapresckckck*

    Regards,
    Ryanda Enggar Anugrah Ardhi

    • physicsfighter

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh…
      Sama bang jay,.. fasilkom07.. mapres no2 tahun kemarin..

  3. Endang Sudaryani

    Assalamu alaikum, kk.
    Wawancara yang motivatif ditambah gaya penulisan yg menarik sangat brmanfaat bg saya nak kimia10 UI.
    Mnginjak smst2,saya stress matkul,trutama praktikum,ditambah ip pertama saya yg krg mmuaskan. . Masih bs gk ya memperbaikinya?

    • physicsfighter

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh..
      Salam kenal..^^..
      Stres?? Pusing?? IP turun??
      Tenang…
      Semua bisa diperbaiki asalkan ada niat yang ikhlas, semangat yang kuatm dan aksi yang nyata..
      Ada Allah yang selalu membantu, asalkan kita juga ga lupa dengan-Nya..
      Semangat Transformasi..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: