Renungan Singkat Hari Ini

· Goresan Kehidupan, Tulisanku

Hari ini perjalanan panjang ku tempuh..

Terik siang menyengat, bising kendaraan …

Tiba2 seorang sohib yang berjalan di samping ku bertanya, “Kapan mau nikah, sa?”

*haduh.. pertanyaan itu lagi..

“Insyaallah setelah lulus S1, sebelum berangkat ke Jepang untuk S2..” , jawabku santai

“Mang sudah ada calonnya??” tanya dia

*dzzziingggg….

“Calon mah sudah ada.. tapi belum tau.. =D ” , jawabku sambil tersenyum lebar..

**

Hah.. akhir2 ini orang di sekitar selalu membicarakan nikah..Ga di kampus, di rumah, di organisasi, di SMA semua sama..

Jadi ikut berpikir..

“Oia, di rak ada buku bagus kayaknya…”

Jadilah tangan ini mencari2 buku yang baru saja ku beli beberapa bulan yang lalu….

“Hup.. Dapat..”

Ku buka langsung perlahan..

Inilah lembaran yang ku temukan.. Syair indah, singkat tapi cukup membuatku tersentak…

“UNTUK SUAMI

Pernikahan atau perkawinan..  Menyingkap tabir rahasia … Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah .. Pun tidaklah setabah Fatimah… Istrimu hanyalah perempuan akhir zaman… Yang punya cita-cita menjadi sholehah

Pernikahan atau perkawinan … Mengajari kita kewajiban bersama.. Istri menjadi tanah, engkaulah langit penaungnya.. Istri kiasan ternak, engkau gembalanya.. Istri bak murid, engkaulah mursyid.. Istri bagai anak kecil, engkaulah tempatnya bermanja.. Saat istri menjadi madu, teguklah ia sepuasnya.. Seketika istri menjadi racun, engkaulah penawar bisanya.. Seandainya istri tulang yang bengkok.. Berhati-hatilah meluruskannya..

Pernikahan atau perkawinan.. Menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.. Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah ta’ala.. Karena memiliki istri tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa.. Kamu bukanlah Rasulullah, pun bukanlah sayyidina Ali Karramallau wajhah.. Cuma lelaki akhir zaman .. Yang berusaha menjadi sholeh…”

“UNTUK ISTRI

Pernikahan atau perkawinan.. Membuka tabir rahasia.. Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad.. Tidaklah setakwa Ibrahim, ataupun segagah Musa.. Apalagi setampan Yusuf.. Suamimu hanyalah lelaki akhir zaman.. Yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh..

Pernikahan atau perkawinan .. Mengajari kita kewajiban bersama .. Suamimu menjadi pelindung, kamu penghuninya.. Suami adalah nakhoda, kamu adalah navigatornya.. Suami bak balita yang nakal, kamu penuntun kenakalannya.. Saat suami menjadi raja, kamu bisa nikmati anggur singgasananya…. Seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya… Seandainya suami masinis yang lancang, sabarlah mengingatkannya..

Pernikahan atau perkawinan.. Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa.. Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah ta’ala.. Karena memiliki suami tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa.. Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna dalam menjaganya… pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara,  Cuma perempuan akhir zaman .. Yang berusaha menjadi sholehah…”

Menusuk.. Singkat tapi dalam…

Ternyata aku belum siap untuk itu….

Nb: Judul bukunya: Keakhwatan, Bersama Tarbiyah Mempersiapkan Tegaknya Rumah Tangga Islami (jilid3).. Tulisannya Pak Cahayadi Takariawan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: