Lembar Tadzkirah#4

· Islam

HAMASAH..!!!!

“Yang lainnya ke mana nih? Ada kabar?” , tanya Kak Tion ketika melihat hanya 5 orang yang hadir pekan ini

“Yang lainnya pada les, Kak. Katanya sih udah kelas 3, Kak. Jadi, mau fokus belajar untuk ujian akhir”, jawabku

“Ya sudah kalo gitu kita mulai saja ya”

Seperti biasanya pekan ini lagi-lagi hanya ane, Firman, Budi, Cakra, dan Ahmad yang hadir di agenda rutin pekanan (baca: liqo). Semenjak kelas 3, banyak teman-teman yang sudah jarang keliatan lagi. Ya, seperti siswa kelas 3 pada umumnya saat ini mereka mulai disibukkan dengan kegiatan yang sarat akan akademis sebagai persiapan menuju ujian akhir.

Ke mana semangat yang dulu begitu mengebu-gebu yang ada didalam diri mereka? Rasanya baru kemarin kami sama-sama berjuang mensyiarkan apa yang Allah perintahkan dan Rasulullah ajarkan. Tapi kini semuanya terbalik 180 derajat. Jangankan untuk sama-sama menyeru kebaikan untuk datang ke agenda rutin pekanan pun mereka sudah mulai jarang.

******

Potongan peristiwa yang terjadi seperti yang di atas merupakan gambaran kecil yang mungkin dapat menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi di kalangan  aktivis dewasa ini.

Tidak hanya di kalangan Aktivis Dakwah Sekolah (ADS), fenomena semacam ini juga terjadi dikalangan Aktivis Dakwah Kampus(ADK), dan para aktivis lainnya. Walaupun masalahnya tidak sama, namun masih terdapat kesamaan konteks. Dimana ketakutan akan hal- hal berbau duniawi memadamkan semangat untuk berbuat kebaikan yang ada pada diri kita.

Sedikit mengutip Q. S Muhammad: 7 yang artinya:
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”

Bukankah dalam ayat di atas terdapat sebuah pesan kalau telah disediakan untuk kita “Lahan Potensional” yang bisa kita garap dan pasti akan menghasilkan banyak keuntungan untuk kita ketika waktu panen nanti.

Namun, mengapa kita masih harus mencari lahan di tempat lain yang belum ada jaminan sama sekali terhadap hasil panen? Mungkin itu bisa menjadi sebuah analogi kalau selama ini masih banyak aktivis yang meninggalkan aktivitas dakwahnya demi urusan duniawi.

Padahal secara jelas Allah sudah menjamin akan menolong orang mukmin yang senantiasa menolong agama Allah. Tidak hanya itu Allah pun akan meneguhkan kedudukannya. Jadi, mengapa harus repot-repot melakukan hal yang belum tentu membuahkan hasil baik untuk kita kalau Allah telah memberi jaminan.

Semangat dan istiqamah adalah dua hal yang saat ini mulai langka di dalam diri seorang aktivis. Tanpa kedua hal ini seorang aktivis akan dengan mudahnya terserang KEFUTURAN (Kondisi saat iman seseorang berada pada titik terendah) . Yang bisa melawan virus itu hanyalah diri kita sendiri.  Tanpa adanya kemauan dari dalam diri rasanya sulit.

Sementara kita sama-sama tahu jika masa depan Agama, Umat, Bangsa, dan Negara ini ada di tangan para generasi muda. Tetapi, jika saat ini semangat mereka sudah mulai luntur apakah mungkin di masa yang akan datang keadaannya bisa lebih baik daripada saat ini?

Oleh karena itu mari kita perbaiki lagi semangat-semangat untuk beramal yang mulai kendor di dalam diri kita. Hidup ini adalah sebuah pilihan dan perjuangan. Ketika kita punya pilihan untuk menjadi orang yang luar biasa apakah kita cukup puas jika hanya menjadi orang yang biasa saja? Memang menjadi orang luar biasa itu tidaklah mudah dan prosesnya cukup melelahkan.

Tapi, perlu diingat “Jika hidup ini tidak selamanya lelah. Lelah adalah sebuah resiko dari perjuangan yang kita lakukan. Tidak perlu mengeluh karena mengeluh berarti kita menyerah kepada kelelahan yang menyerang kita. Jika kita merasa lelah percaya lah kalau di luar sana masih banyak orang yang lebih lelah dari kita.” (Nasihat Ust. Ahyudin, Presiden ACT)

Sebagai penutup ada sebuah tausiyah yang semoga bisa menjaga kita agar selalu semangat dan Istiqamah dalam berjuang di jalan Allah

Teruslah BERGERAK,hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu.

Teruslah BERLARI, hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu.

Teruslah BERTAHAN, hingga KEFUTURAN itu FUTUR menyertaimu.

Tetaplah BERJAGA, hingga KELESUAN itu LESU menemanimu.

-Ust. Rahmat Abdullah(alm)-

Ditulis oleh Fazar Rizky Maulana, Akhtarul Khilafah’11

***

Generasi Harapan

by: Izzatul Islam

Dimana dicari pemuda Kahfi
Terasing demi kebenaran hakiki
Dimana jiwa pasukan Badar berani
Menoreh nama mulia perkasa abadi

Umat melolong di gelap kelam
Tiada pelita penyinar terang
Penunjuk jalan kini membungkam
Lalu kapankah fajar kan datang

Mengapa kau patahkan pedangmu
hingga musuh mamapu membobol betengmu
Menjarah menindas dan menyiksa
Dan kita hanya diam sekedar terpana

Bangkitkan negri lahirkan generasi
Pemuda harapan tumbangkan kedzaliman

Wajah duia Islam kini memburam
Cerahkan dengan darahmu
Panji Islam telah lama terkuali
Menanti bangkit kepalmu

***

Ingin sekali menyapa adik-adik ku pejuang tangguh ROHIS 38. Apa kabar akhi wa ukhty ? Semoga selalu dalam perlindungan Allah subhanahu wa ta’alaa.

Setelah perjuangan kalian syiar massif pada Maulid kemarin, ana yakin kalian pasti merasakan lelah, capek, bosan, atau bahkan kecewa.

“Kok, gini sih??”

“Kok, mereka ga peduli sih??”

“Mana yang lain??”

“Capek nih sendirian kerjanya”

Dan mungkin masih banyak keluhan-keluhan kalian yang sempat terlontar.

Adik ku, tak ingatkah kau dengan ayat cinta-Nya, QS. Muhammad:7..??

Bukankah, telah jelas janji Allah. Dia akan menolong orang-orang, para pejuang tangguh yang bersedia membela Islam. Tidak kah kau yakin?

Adik ku, sedih melihat kalian yang lebih mementingkan urusan duniawi. Sering mendengar kk mentor yang telah lama tidak mentoring lagi.

“Kenapa kak, kok mentoringnya tidak jalan lagi?”, tanyaku

“Iya nih, katanya mereka sibuk latihan seni.”

“Ga nemu jadwal yang pas, mereka lagi sibuk ngurusin tugas.”

“Entahlah, sms ga pernah dibalas.”

“Katanya lagi ada 38 cup”

“Ga boleh pulang sore katanya”

Dan masih banyak lagi jawaban para mentor yang cukup sedih dengan mentee2-nya, tak pernah datang mentoring/liqo, dengan alasan duniawi seperti itu.

Apakah itu yang disebut dengan pengurus ROHIS??

Di mana para generasi harapan? Siapa para pemuda kahfi? Bukan kita kah?

Teringat semangat yang begitu dahsyat saat kalian pertama kali mengikuti LDKR.  Melihat wajah-wajah penuh gelora. Aura kebangkitan yang terpancar. Namun, kini meredup.

Dimana cahaya kalian?

Teringat saat kalian menyusun program-program kerja.

“Kak, kita mau buat maulid yang besar nih. Maunya ngundang semua SMA se Jak-Sel”

“Kak, kita mau bikin liga ROHIS untuk se Jakarta”

“Kak, visi misi ROHIS sudah jadi nih.”

“Kak, kita sudah buat peraturan-peraturan lho. Semoga berjalan dengan baik ya kak”

Satu per satu, mimpi yang kalian ucapkan kembali ku ingat. Wah, dahsyatnya kalian. Sangat bersemangat untuk mengukir mimpi-mimpi ROHIS ke depan.

Wahai adik ku yang sholeh-sholehah…

“Sungguh, mimpi-mimpi itu bukan hanya sekedar angan-angan kosong jika dibangun sejak hari ini. Jagalah komitmenmu wahai, diri! Perbaiki jika ia mengendur. Kencangkan jka ia melemah. Dan yakinlah Allah selalu menyertai cita-cita kita..”

-TIM DPR KaBAR 38’11

***

#Lyrics of the day:

My dear brother and sister
It’s time to change inside
Open your eyes
Don’t throw away what’s right aside
Before the day comes
When there’s nowhere to run and hide
Now ask yourself ’cause Allah’s watching you

Is He satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?

-Maher Zein:Awaken

***

Seuntai Hikmah:

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.“

(Q.S Al Kahfi:28)

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: