Lembar Tadzkirah DPR KaBAR38#2

· Islam

-Special Edition-

Persembahan Cinta Untuk Sang Pejuang

Mari Membunuh Masa Lalu

Syahdan, suatu ketika di sebuah majelis ilmu. Seorang guru yang bijak lestari sedang duduk, dikelilingi murid-nya yang siap mendengarkan petuah-petuah penuh makna dari sang guru. Sang guru menyapukan pandang-annya kepada para muridnya lalu dengan senyum, “Wahai muridku, apakah yang paling jauh di dunia ini?”

“Alaska, Guru,” spontan seorang murid menjawab. “Kutub Utara”, murid yang lain mengajukan pendapat.

“Greenland”, suara murid yang lain menyahuti.

Dengan tetap tersenyum, sang guru berkata, “Sesungguhnya yang paling jauh di dunia ini adalah masa lalu. Tidak peduli sekuat apa engkau ber-usaha engkau tidak akan mampu mencapainya.”

*********

Sungguh menyedihkan hari ini kita menyaksikan banyak orang ber-lomba-lomba membunuh masa lalu mereka. Entah karena malu, tidak Pe-De, ingin diterima lingkungan baru, biar modern, atau berbagi alasan lainnya. Mungkin contoh yang paling ekstrim adalah kisah Malin Kundang. Saat dia dengan teganya membunuh masa lalunya dengan tidak mengakui seorang tua renta yang bertahun-tahun lalu dengan manja dipanggil-nya dengan sebutan IBU. Maka jatuh lah kutuk padanya. Hari ini kita kembali menyaksikan kondisi serupa dalam konteks yang lebih kecil, bagaimana dengan alasan agar bisa diterima oleh lingkungan, seorang ikhwan rela berjabatan tangan dengan wanita yang bukan mahramnya. Atau biar solider, maka nyontek berjama’i pun jadi halal. Pacaran pun bu-kan lagi kasus oknum, karena telah menjadi fenomena yang menggejala. Naik kelas seolah merupakan vonis grasi dari penjara. Maka jangan heran jika, setelah itu kita mene-mukan banyak ikhwan akhwat yang tiba-tiba mengalami amnesia akut. Lupa bahwa mereka meru-pakan aktivis da’wah. Lupa bahwa kita, sampai kapan pun tetap merupakan hamba Allah yang terikat secara mutlak pada syariat yang Allah turunkan. (Rachmat Adhi Saputro’01)

Lupa akan masa lalu…Itukah kita…???

Melupakan identitas diri sebagai seorang da’i yang senantiasa berada dalam dakwah, yang selalu menebarkan kebaikan dengan ajakan-ajakan nan lembut menuju jalan-Nya yang lurus, dengan tutur katanya yang menyejukkan, dengan teladannya yang penuh dengan inspirasi. Namun, apakah itu masih kita lakukan?? Atau malah kita telah lupa akan kewajiban akan berdakwah itu..?? Bukankah sejatinya kita adalah “da’i sebelum segala sesuatu..”…?? Sebelum masuk dalam kesibukan di ROHIS, sebelum amanah-amanah itu diberikan, dan sebelum lencana sebagai seorang pengurus ROHIS disematkan di dada, kita adalah seorang da’i.. Tidakkah ingat hal itu??? Apakah masa lalu tersebut telah dihapus bersih dalam memori dan tak meninggalkan sedikit pun yang mengingatkan kita, bahwa kita adalah aktivis dakwah. Dulu, kini dan nanti….

Akhiy wa Ukhtiyfiillah…Sadarlah…. Bangun dari rutinitas kalian yang telah menyibukkan diri sehingga lupa akan siapa diri kalian dan masa lalu kalian….. (na’udzubillah min dzalik)

Saudaraku, jika kita bekerja di perusahaan terbaik, dengan fasilitas terbaik, bayaran terbaik, rekan kerja terbaik, dengan pimpinan yang terbaik, dan semua hal yang terbaik, akankah kita berpindah ke tempat lain yang pastinya lebih bu-ruk? Tentu kita sepakat menjawab TIDAK! Demikianlah DAKWAH ini, dialah aktifitas terbaik (aktifitas para rasul), dengan bayaran terbaik (surga), rekan-rekan terbaik (orang-orang yang selalu beribadah dan menjauhi maksiat), pimpinan terbaik (Allah subhanallahu wa ta’alaa), dan kebaikan-kebaikan lain-nya. Akankah kita pergi meninggalkan segala aktifitas yang penuh kebaikan ini? Pasti kita sepakat lagi TIDAK!. Namun perlu diingat bahwa semua hal terbaik tersebut bukanlah perkara mudah. Bahkan penuh rintangan dan cobaan. Maka kenalilah dakwah ini, agar tidak tergelincir, lelah, lalu berhenti darinya. Tetaplah dalam dakwah. Perbaiki diri dan tetaplah ajak orang lain menuju kebaikan…. ( Didit Prasetyo’05, Ka. KaBAR38 2010)

Akhiy…Masihkah kau lupa akan masa lalumu..??

Ukhtiy…Masihkah kau ingin meninggalkan aktivitas terbaikmu ini..??

Bila surga Allah dan memandang wajahNya begitu memikat, mengapa harus terpikat dengan yang lain.?? (Balyan Nasution’07, DPR KaBAR38 2009-2010)

Tak henti-henti pertanyaan kembali muncul, Apakah surga Allah tak bisa memalingkan wajahmu dari kesibukan duniawi..??? Apakah balasan terbaik itu tidak cukup memikat hatimu untuk selalu mengejarnya dan ber-lomba-lomba dalam mendapatkannya..??Mungkin ada keluhan, “AKU LELAH…”Atau ada yang bertanya, “KAPAN AMANAH INI LEPAS..???”

Keletihan akan menjadi beban ketika kita merasakan sebagai keletihan fisik yang tidak diikuti oleh keyakian ruhiyah. Maka sesungguhnya kesempitan di jalan ini pasti menyimpan hikmah luar biasa yang akan tercurah dalam bentuk rahmat Allah swt. So, semangat dan terus bersabar dan berusaha..!!! (Karina’05, MAI Ka-BAR38 2010)

Untuk adik-adikku yang dirahmati Allah. Dalam tiap fase selalu ada pekerja-pekerja dakwah yang kelelahan. Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran, niscaya Allah akan menguatkan mereka kembali. Tapi jika mereka lelah karena tergoda dunia, maka ada banyak pekerja lain yang bersedia menggantinya. Dakwah tak pernah kehabisan pekerja . Ikut atau tidaknya kita, kereta dakwah akan terus melaju menuju surga. Apa kabar adik-adik ku?? Adakah hal yang kau kerjakan untuk mencerdaskan umat? Lelahkah kau wahai pejuang dak-wah? Medan dakwah yang baru akan segera menantimu, persiapkan ruh mu agar terus terisi oleh kalimatullah. (Ratu Balqis’05, Propenda KaBAR38 2010)

Wahai pejuang dakwah38…Jika kau lelah, berpegang teguhlah kepada Sang Maha Kuat.. Agar jiwa dan ragamu kembali terisi dengan semangat-semangat generasi rabbani, yang senantiasa menyeru kepada yang haq dan mencegah kemungkaran..Berlari dari jalan dakwah, hanya membuatmu semakin lelah.. Bukan lepas dari kesibukan, tetapi malah kau akan lebih disibukkan dengan aktivitas yang jauh dari kebermanfaataan… Maukah kau merasakannya..???

Perjuangan bukan sekadar berapa banyak yang kamu korbankan, tapi se-berapa sabarnya dan kuatnya kamu bertahan untuk tetap terus menjalankannya. Keep our spirit, keep ukhuwah, keep istiqomah (Ade Maya A’07, Bendahara KaBAR38 2010)

Dan kini kembali timbul pertanyaan, apakah kau masih bertahan wahai pejuang..???

Ketahuilah. Dakwah ini tidak pernah membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkannya, dan dakwah akan terus berjalan dengan ataupn tanpa kita. ( Didit Prasetyo’05, Ka. KaBAR38 2010)

Memang itulah dakwah..Allah akan menggantikan setiap orang yang mundur dari dakwah dengan generasi yang lebih baik lagi darinya.. Allah takkan pernah kehabisan pasukan yang akan mengibarkan panji-panji Islam.. Namun, apakah kau tidak mau, saat bendera Islam berkibar tanganmu ikut menopang panji-panji itu..???Dan kembali bertanya, Apakah memandang wajah Allah dan surga-Nya tidak begitu memikat bagimu..???

“Lalu, apa yang harus ku lakukan..???”Mungkin itulah yang kau tanyakan..

Jangan menunggu menjadi baik baru beramal (berdakwah), karena amal (dakwah) sendiri akan membawa kebaikan pada diri seseorang. (Gughi R’05, BERANI KaBAR38 2010)

Maka, segeralah lakukan apa yang bisa kau lakukan saat ini…Di dalam kesibukan akademismu sekarang, masih banyak hal yang mesti kau lakukan.. Kewajiban berdakwah tak pernah mengenal kapan dan dimana… Tapi, kewajiban itu selalu ada.. Baik dalam keadaan sibuk maupun lapang.. Sulit maupun susah..Bahkan Allah telah menyeru hambaNya dengan penuh ketegasan,,“Berangkatlah kamu baik dalam rasa ringan maupun rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik jika kamu mengetahuinya.” (Q.S At-Taubah:41)

Saudaraku seiman…

Inilah persembahan cinta yang bisa kami berikan untuk kalian sang pejuang Dakwah Sekolah38…Belum seberapa cinta yang kami tunjukkan dalam lembaran ini,.Tapi ketahuilah, bahwa kami sangat peduli dengan kalian..Kalian adalah bagian dari Keluarga Besar ROHIS38..Dan kalian adalah generasi yang akan melanjutkan perjalanan ini…Membawa tongkat estafet dakwah…Kalianlah yang akan menggantikan kami nanti dalam mengurus ini semua..Klasik memang, saat naik kelas XII pasti banyak rintangan yang menjadikan alasan bagi kita untuk meninggalkan amanah yang belum lepas ini.. Larangan orang tua, tuntutan sekolah yang mengharuskan untuk fokus belajar, hingga rasa letih dan bosan yang melanda diri, sambil bertanya-tanya “Kapan bisa lepas dari ROHIS?” Astaghfirullah.. Apakah itu semua telah menjadikan kau lupa akan komitmen yang telah dibuat…Hampir satu tahun yang lalu, kau diberikan amanah yang sangat besar..Dan kini, amanah itu belum lepas darimu…Perjuanganmu belum selesai, kawan…Masih banyak yang harus kau kerjakan..

Dan kembali ingat, “Kita adalah da’i sebelum segala sesuatu..”..Entah kita menjadi pengurus ROHIS ataupun tidak, kita tetaplah seorang da’i..Yang memiliki kewajiban untuk berdakwah..Karena memang kitalah umat terbaik itu..

Kembali lagi ingat janji Allah dalam surat cintaNya,“Wahai orang-orang yang beriman.! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”(Q.S Muhammad: 7)

“Sesungguhnya urusanNya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah!! Maka jadilah sesuatu itu. (Q.S Yasin: 82).

Jangan pernah remehkan impian walau setinggi apapun. Allah sungguh Maha Mendengar. “Man Jadda wajada”. Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Salam rindu selalu… (Kinta Mahadji’05, MAI KaBAR38 2010)

Tanyakan ini pada kakak-kakakmu..Apakah dakwah menghalangi mereka untuk berprestasi..Jawabannya adalah TIDAK..! Tidak perlu kau tanggalkan identitasmu sebagai aktivis dakwah..Karena itu bukanlah halangan bagimu untuk mencapai prestasimu..Cukuplah Allah sebagai penolongmu, dan selalu dekatkan diri padanya..Karena tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya…“Kuun.. Fayakun..!!

Wahai saudaraku, akhir dari tulisan ini bukan berarti akhir dari cinta kami pada kalian..Ini adalah seuntai ungkapan cinta yang bisa kami sampaikan saat ini..Rasa cinta dari seorang kakak pada adiknya yang kini semakin dewasa dan akan menapaki jalan yang lebih rumit lagi..Jaga ukhuwah kalian, semoga istiqomah dan husnul khatimah di akhir kepengurusanmu…

-SALAM PERJUANGAN, physicsfighter’09, DPR KaBAR38 2010-

2 Komentar

Comments RSS
    • physicsfighter

      saya juga kenal dengan yang komen ini..
      LDKRnya dimantapkan lagi ya..
      Pengurusnya juga dikuatkan lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: